JAKARTA – Berbeda dengan orang yang mengejar keuntungan saat menjalankan bisnis. Ardhiana Iffa Farida pemilik usaha repacking makanan ringan berbahan baku singkong dengan merek Cavatoz justru punya niat lain saat mengembangkan usahanya.
Dia memilih jalur usaha dengan membawa value tersendiri. Tak hanya mendapatkan pundi-pundi materi tapi dia ingin bisnisnya menjadi bekal untuk akhirat kelak.
"Setiap orang punya tujuan masing-masing dalam usaha atau bisnis. Namun bagi saya, bisnis yang saya bangun bisa memberi jalan dan bekal untuk kehidupan selanjutnya,” ujar perempuan yang biasa disapa Iffa dilansir dari Solopos.com, Rabu (19/8/2020).
Baca juga: Lowongan Kerja Data Analyst, Profesi yang Lagi Hype
Visi itulah yang menjadi bara penyemangat Iffa saat memulai usaha repacking produk camilan pada sekitar 2 tahun silam. Saat itu Iffa mulai menjual makanan ringan berbahan baku singkong dalam kemasan biasa.
Dia lantas menitipkan produknya tersebut ke warung-warung kecil seperti kedai minuman susu segar. Hal itu dia lakukan kurang lebih 1,5 tahun lamanya. Hingga kemudian dia mulai mengubah strategi bisnisnya. Dia juga memperbaiki kemasan produk dari semula plastik biasa menjadi kemasan model standing pouch yang terkesan lebih eksklusif.
Dia semakin percaya diri mengibarkan bisnis repacking camilan olahan singkong dengan merek Cavatoz, gethuk chips premium. Cavatoz kemudian memiliki dua macam produk, original yang dicampur dengan bumbu-bumbu tabur berbagai rasa seperti piza hingga cokelat.
Selain itu Cavatoz juga punya produk khusus yang menggunakan tambahan bumbu tanpa MSG dengan varian rasa beragam seperti pedas, rumput laut, hingga barbeque. Dia pun menaikkan harga jual produknya yang semula hanya Rp2.500 menjadi Rp15.000 per piece.
Selain memperbanyak varian rasa, perempuan yang tinggal di Sawahan, Ngemplak, Boyolali ini juga mengubah strategi pemasaran atau distribusi. “Saya juga tidak lagi menjual dengan cara menitipkan di warung-warung, tapi saya merekut agen dan reseller. Satu kota atau kabupaten hanya ada satu agen. Setiap agen memiliki beberapa reseller,” ungkap Iffa.