Indonesia Bisa Terseret Resesi Thailand, Simak 7 Faktanya

Safira Fitri, Jurnalis
Senin 24 Agustus 2020 08:38 WIB
Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Ekonomi Thailand terkontraksi hingga 12,2% pada kuartal II-2020 dan dinilai sebagai penurunan paling tajam sejak krisis finansial melanda Asia pada akhir 1990-an. Indonesia pun bisa terseret resesi Thailand.

Selain Thailand, beberapa negara di kawasan Asia Tenggara (Asean) seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina juga telah alami kontraksi ekonomi lebih dulu. Kontraksi ekonomi di empat negara tersebut akibat serangan pandemi virus corona atau Covid-19 yang sudah melanda sejak awal tahun 2020 lalu.

Terkait hal tersebut, Okezone merangkum beberapa fakta atas resesi yang dialami Thailand, Jakarta, Senin (24/8/2020).

1. Indonesia Akan Bernasib Sama

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan Indonesia akan bernasib sama pada kuartal-III nanti. Kemudian akan mengalami penurunan minus pada kuartal-IV dan secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 akan negatif.

“Melihat kacamata sekarang karena di 2020 kita perkirakan (perekonomian) negatif," kata Faisal.

Baca Juga: Apindo Proyeksi Ekonomi Kuartal III Minus 2%, Indonesia Resesi? 

2. Indonesia Anggarkan Rp356,5 Triliun untuk PEN

Diketahui, pemerintah menetapkan anggaran PEN, pada RAPBN tahun 2021 dengan alokasi anggaran sekitar Rp356,5 triliun. Dari total itu, Rp 48 triliun di antaranya dikhususkan untuk mendukung para pelaku UMKM.

"Jadi bukan hanya kasih stimulus dari segi pendanaan, tapi juga dari sisi pendampingan teknis. Karena masalah terbesar pelaku usaha pada umumnya adalah permintaan yang turun," kata Faisal.

3. Pengaruhi Ekspor Industri Otomotif Tanah Air

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai dampak dari adanya resesi yang dialami Thailand itu akan memengaruhi ekspor industri otomotif Tanah Air ke sana. Sebab, selama ini Indonesia memilikik hubungan yang erat di sektor perdagangan otomotif.

“Indonesia itu ada sebagian manufaktur karena kita ada hubungan supply chain dengan Thailand dari sisi industri otomotif. Sebagian dari part kita ekspor ke Thailand. Thailand memproduksi mobil jadi, partnya diambil dari kita. Kalau produksi mobil jadi Thailand berkurang karena mengalami resesi ini jadi ekspor sparepart kita ke Thailand juga berkurang,” kata Faisal.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya