Deflasi Berturut-turut, Kepala BPS Beri Sinyal Indonesia Resesi?

Rina Anggraeni, Jurnalis
Selasa 01 September 2020 13:37 WIB
Kepala BPS Suhariyanto (Okezone)
Share :

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) kembali melaporkan data inflasi pada Agustus 2020 yang tercatat minus 0,05% atau deflasi 0,05%. Deflasi ini merupakan dua kali berturut-turut, setelah pada Juli lalu terjadi deflasi 0,10%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan data angka inflasi yang dikeluarkan pihaknya pada bulan lalu dapat berdampak terhadap hasil pertumbuhan ekonomi di sepanjang triwulan ketiga tahun ini.

 Baca juga: Agustus Deflasi, BPS Sebut Perawatan Pribadi Malah Inflasi dengan Andil Tertinggi

"Angka-angka inilah yang akan menentukan angka pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020," kata Suhariyanto dalam video virtual, Selasa (1/9/2020).

Dia melanjutkan, hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Sebab banyak negara juga mengalami deflasi akibat wabah pandemi Covid-19.

 Baca juga: BPS Catat Agustus Alami Deflasi 0,05%

"Seperti saya sampaikan, tren ini hampir sama di semua negara. Terjadi pelemahan daya beli, dan hampir di semua negara mengalami deflasi. Covid ini menurunkan daya beli," tuturnya.

Dia mencatat deflasi 0,05% ini terjadi karena dari sisi supplying kita cukup bagus. Karena itu harga barang dari volatile price mengalami banyak penurunan.

"Tapi daya beli kita butuh waktu untuk kembali normal," tegasnya.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya