JAKARTA - Bisnis tanaman hias telah mampu memberi warna pada peta bisnis di Indonesia. Pelaksanaan bisnis tanaman pun cukup mudah, hanya dengan membeli puluhan anak tanaman hias dengan harga miring, lalu merawatnya dengan telaten.
Selain itu juga menunggunya selama beberapa bulan, beberapa tahun bagi jenis tanaman tertentu, harganya bisa melonjak menjadi puluhan kali lipat.
Baca juga: Begini Hitung-hitungan Bisnis Tanaman Hias, dari Modal hingga Pendapatan per Bulan
Jika tertarik untuk memulai bisnis ini, berikut adalah strategi-strategi bisnis modern tanaman hias seperti dilansir dari buku Peluang Usaha Untuk Ibu Rumah Tangga Modal 1 Juta oleh A. Primasetra, Jakarta, Kamis (3/9/2020).
1. Block Pricing
Bisa diartikan sebagai harga borongan. Harga ini dipatok agar pembeli bisa memilih untuk membeli borongan atau eceran.
Baca juga: 4 Cara Unik Petani Milenial Kembangkan Jamu Ternak
Cara ini biasa digunakan oleh nurseri atau pedagang tanaman hias yang mau cuci gudang. Namun, bisa juga dimanfaatkan oleh nurseri yang menjual tanaman-tanaman yang susah dijual eceran.
2. Commodity Bundling
Beberapa produk yang tidak sejenis dijual dalam satu paket harga. Misalnya, membeli sejumlah anthurium dengan tambahan beberapa pot aglaonema. Maksudnya, supaya semua tanaman bisa terjual.
Baca juga: Raih Cuan dari Jualan Bolu Motif Kain Songket
3. Price Discrimination
Artinya, konsumen yang sama diberi harga berbeda, karena volume pembelian berbeda. Jika konsumen membeli satuan dengan harga Rp100.000 per pot, dirinya akan mendapat harga Rp60.000 per pot jika membeli 100 pot.
Konsumen bisa diberi harga prospek. Harga yang diberikan lebih rendah dibandingkan dengan harga normal kalau konsumen dianggap memiliki prospek, yakni bisa menjual banyak dan pandai memasarkan tanaman kita.
(Fakhri Rezy)