Dia juga menyarankan kepada investor untuk melakukan strategi buy weakness. Dia beealasan, ada situasi yang unik dalam perdagangan saham di Tanah Air dimana dia membandingkan antara grafik kenaikan Covid-19 yang meningkat di Indonesia dengan Dow Jones, IHSG dan rupiah.
Baca juga: Anjlok 5%, IHSG Kena Trading Halt di 4.892
"Yang saya temukan adalah semakin tinggi Covid indeks semakin naik. Tetapi semakin kuat rupiah, indeks semakin turun semakin lemah rupiah, indeks akan semakin kuat. Jadi, memang terjadi anomali di luar akal sehat kali ini namun itu faktanya," kata dia.
"Ketika ada PSBB mungkin akan ada shock sedikit untuk IHSG tetapi pada akhirnya tetap indeks mungkin sudah mempelajari dari PSBB pertama dan PSBB kedua saya rasa tidak terlalu berdampak," sambungnya.
(Fakhri Rezy)