JAKARTA - Pandemi virus corona membuat seluruh sektor usaha menurun, tak terkecuali properti. Meski demikian, pelaku usaha properti masih optimis industrinya masih bisa bangkit meski diterpa Covid-19.
Komisaris sekaligus Owner PT Sehati Bangun Pratama Erman Sumirat mengatakan. sektor perumahan di Indonesia masih besar fenomenanya. Karena itu, dirinya masih optimis bahwa sektor properti bisa pulih meski diterpa pandemi Covid-19.
Baca Juga: Industri Properti Diprediksi Baru Bangkit pada Semester II-2021
"Di Indonesia, masih ada demand terhadap perumahan. Memang beberapa perusahaan besar turun harga sahamnya di sektor properti, tapi saya yakin ke depannya ini bisa pulih karena kita percaya suatu saat dunia akan kembali recovery," ujar Erman dalam IDX Channel Live Market Review di Jakarta, Jumat (25/9/2020).
Secara jangka pendek, segmen rumah minimalis dibawah Rp500 juta tidak terlalu terimbas. Dia mengatakan, saat ini perusahaannya tidak terlalu terimbas oleh pandemi karena penggunaan sistem business to business (B2B), di mana Sehati Bangun Pratama bermitra dengan BTN dan BNI.
"Kami bukan bermain retail, tapi B2B, sehingga kami dibantu channeling oleh Bank BTN dan BNI untuk tahu sektor mana yang potensial dan mana yang perlu diwaspadai atau berisiko," tambah Erman.
Baca Juga: Gedung Kejagung Belum Diasuransikan, Sri Mulyani: Sangat Sayang
Dia menyampaikan, PT Sehati Bangun Pratama berfokus pada membangun perumahan yang harganya affordable dan homey, yang cocok untuk segmen menengah khususnya pasangan muda. Terlebih lagi, pasangan muda yang menjadi segmen pasarnya seringkali double income, sehingga proses pencairan ke bank lebih mudah daripada single income buyer.