Jadi berapa yang tersisa?
Perusahaan pertambangan memperkirakan volume emas yang tersisa di bumi dengan dua cara.
Satu, cadangan - yaitu emas yang ditambang saat ini, dan dinilai sesuai harga emas terkini.
Dua, sumber daya - yaitu emas yang berpotensi menjadi ekonomis untuk ditambang setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, atau pada tingkat harga yang lebih tinggi. Demikian seperti dilansir BBC Indonesia, Jakarta, Sabtu (3/10/2020).
Volume cadangan emas dapat dihitung lebih akurat daripada sumber daya, meskipun tetap bukan tugas yang mudah.
Stok cadangan emas di bawah tanah saat ini diperkirakan sekitar 50.000 ton, menurut Survei Geologi Amerika Serikat.
Sebagai perbandingan, sekitar 190.000 ton emas telah ditambang secara total, meskipun perkiraannya bervariasi.
Berdasarkan angka kasar ini, ada sekitar 20% yang masih bisa ditambang. Tapi ini adalah target yang bergerak.
Teknologi baru memungkinkan untuk mengekstraksi beberapa cadangan yang diketahui yang saat ini tidak ekonomis untuk diakses.
Inovasi terbaru seperti penggunaan "big data, AI, and smart data mining" berpotensi dapat mengoptimalkan proses dan menurunkan biaya.
Robotika sudah digunakan di beberapa lokasi, dan diharapkan semakin menjadi teknologi standar dalam eksplorasi tambang.