RI Peringkat 7 Penghasil Emas Terbesar Dunia, Berapa yang Tersisa?

, Jurnalis
Sabtu 03 Oktober 2020 13:54 WIB
Pertambangan (Foto: Shutterstock)
Share :

Rekor tertinggi

 

Meskipun harga emas mencapai rekor tertinggi di bulan Agustus lalu, tidak berarti memunculkan terjadinya peningkatan produksi penambangan emas.

Faktanya, perubahan produksi tambang emas seringkali memperlambat perubahan harga emas yang sangat signifikan.

"Mengingat skala operasi yang terlibat, perlu waktu untuk mengubah rencana tambang sebagai respons terhadap perubahan faktor eksternal, seperti harga emas," tambah Hannah Brandstaetter, juru bicara Dewan Emas Dunia.

Di tambah lagi, pembatasan Covid-19 membuat aktivitas pertambangan menjadi terganggu karena beberapa lokasi ditutup sepenuhnya atau sebagian untuk menekan penyebaran virus corona.

Kenaikan harga emas di saat pandemi terjadi karena para investor memandang logam mulia ini sebagai aset yang lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi.

Tempat-tempat yang 'tidak mungkin'

Ternyata, selain di permukaan dan dalam bumi, sumber daya emas juga tersimpan di bulan.

Namun, biaya menambang dan mengangkutnya kembali ke bumi jauh lebih tinggi daripada nilai emas itu sendiri.

"Meskipun ada, tidak akan pernah bermakna secara ekonomi untuk menambangnya," kata pakar luar angkasa Sinead O'Sullivan.

"Anda akan kehilangan uang dalam jumlah yang jauh lebih besar untuk menambangnya daripada yang akan Anda peroleh dengan menjualnya."

Demikian pula, ada beberapa endapan emas yang diketahui di Antartika yang mungkin tidak pernah ekonomis untuk ditambang, karena kondisi cuaca benua yang ekstrem.

Emas juga tersebar di sepanjang dasar laut, tetapi juga dianggap tidak ekonomis untuk ditambang.

Satu faktor yang dimiliki emas adalah, tidak seperti sumber daya tak terbarukan lainnya seperti minyak, emas dapat didaur ulang.

Jadi kita tidak akan pernah kehabisan emas, bahkan ketika tidak ada lagi yang bisa ditambang.

Emas dalam jumlah besar juga digunakan untuk produk elektronik sekali pakai, seperti ponsel. Jumlah emas di ponsel rata-rata bernilai beberapa puluh hingga ratusan ribu Rupiah.

Upaya mendaur ulang emas dari limbah elektronik ini sudah dilakukan dan berjalan dengan baik.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya