Kelebihan Pasokan Listrik, Apa Langkah PLN?

Suparjo Ramalan, Jurnalis
Minggu 04 Oktober 2020 15:13 WIB
Listrik (Ilustrasi: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - PT PLN (Persero) mengakui telah terjadi oversupply pembangkit listrik atau pembengkakan pasokan listrik di sejumlah wilayah di Indonesia. Meski begitu, manajemen perseroan tidak menjelaskan wilayah mana saja yang mengalami oversupply dan berapa persentasenya.

Vice President Public Relations PLN Arsyadani Ghana Akmalaputri mengatakan, manajemen PLN akan mengambil langkah-langkah penanganan serius atas persoalan tersebut. Di mana, pihaknya akan melakukan penyeimbangan antara daerah yang mengalami surplus tenaga listrik dan daerah yang mengalami defisit listrik.

Baca juga: Erick Thohir Rombak Komisaris PLN, Ada Nama Kepala BPKP

"Untuk daerah yang surplus, (kami) akan menyeimbangkan antara pasokan dan beban," ujar Arsyadani saat dihubungi, Jakarta, Minggu (4/10/2020).

Arsyadani menyebut, surplus listrik yang terjadi di sejumlah daerah disebabkan adanya tingkat konsumsi listrik yang menurun akibat pandemi Covid-19. Hal itulah yang membuat pertumbuhan beban tidak sesuai dengan rencana perseroan.

Baca juga: Menteri ESDM Sebut PLN Tekor Selama Pandemi Covid-19

Meski mengakui akan segera melakukan penanganan pembengkakan pasokan listrik. Pihak manajemen irit bicara saat dikonfirmasi ihwal kelanjutan pembangunan proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) yang dilaksanakan sejak 2015 lalu. Di mana, realisasi proyek ini digadang-gadang menjadi salah satu pemicu terjadinya pembengkakan pasokan listrik.

Dalam catatan resmi PLN yang dipublikasi melalui laman websitenya pada 30 September 2020 kemarin, manajemen perseroan plat merah itu telah mengoperasikan dua proyek infrastruktur kelistrikan. Kedua proyek tersebut adalah Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) 500 kiloVolt (kV) Tambun Incomer dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (Sutt) 150 kV Tambun II Incomer.

 

Kedua proyek ini merupakan bagian dari proyek strategis PLN, khususnya peningkatan keandalan sistem interkoneksi 500 kV di DKI Jakarta dan sekitarnya.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat, Ratnasari Sjamsuddin menyebut, keberadaan Sutet dan Sutt akan meningkatkan kapasitas serta keandalan pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi industri, masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Sehingga diharapkan dapat memacu pertumbuhan perekonomian.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya