JAKARTA - Indonesia mengupayakan ketersediaan beberapa vaksin Covid-19. Salah satunya, vaksin Sinovac yang sedang dalam tahap uji klinis fase III oleh Tim Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.
Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, penelitian ini telah berjalan sesuai dengan protokol yang telah disetujui. Sejauh ini tidak ditemukan reaksi yang berlebihan atau serious Adverse Event.
Baca Juga: Sri Mulyani Tegaskan Uji Vaksin Covid-19 Harus Lewati Standar Keamanan WHO
"Hanya reaksi ringan seperti umumnya pemberian imunisasi," kata Penny seperti dikuti dari dari Instagram, lawancovid19_id, Rabu (28/10/2020).
Berikut tahapan uji klinis vaksin Covid-19 yang telah dilalui :
1. Vaksinasi kedua serta pengamatan keampuhan dan keamanan vaksin. BPOM melakukan pengawasan secara berkala untuk mendapatkan data keampuhan dan keamanan vaksin secara lengkap. Data ini diperlukan untuk persyaratan pemberian Izin Penggunaan dalam Kondisi Darurat.
2. Per 16 Oktober 2020 sudah 1.620 relawan mendapatkan suntikan pertama dari pelaksanaan uji klinik vaksin Sinovac oleh tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Tim Inspektur BPOM melakukan inspeksi langsung, saat relawan ke-1.620 menerima suntikan pertamanya.