Seperti diketahui Indonesia adalah penghasil perikanan terbesar kedua di dunia. Sektor ini menghasilkan sekitar USD4,1 miliar pendapatan ekspor tahunan, menunjang lebih dari 7 juta pekerjaan, dan menyediakan lebih dari 50% protein hewani bagi Indonesia.
Namun, industri ini menghadapi ketidakpastian, dengan sebagian stok perikanan pesisir berisiko terhadap penangkapan berlebih dan pengelolaan, termasuk adanya keterbatasan rencana pengelolaan yang efektif, data dan penelitian yang tidak memadai, dan terbatasnya peluang untuk melakukan investasi pada penangkapan ikan yang bertanggung jawab secara sosial maupun lingkungan.
Makanan laut yang disediakan dengan memperhatikan tanggung jawab sosial maupun lingkungan tidak hanya mendukung keberadaan populasi ikan dan habitat laut yang sehat, tetapi juga dianggap bernilai lebih tinggi di pasar internasional. Sehingga bisa meningkatkan pendapatan bagi masyarakat pesisir yang terlibat dalam industri ini, serta mendukung usaha yang menguntungkan dalam jangka panjang.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)