Untuk itu, buatlah catatan pengeluaran dan pemasukan di buku arus kas. Hal ini mencegah kebingungan dalam menentukan pengeluaran.
"Biaya yang seharusnya untuk produksi, mungkin saja terbawa untuk kepentingan pribadi. Akibatnya, perusahaan pun kekurangan modal. Makanya penting adanya buku kas biar kelihatan data yang masuk," imbuhnya.
Lalu, mengatur keuangan usaha juga bisa kamu lakukan dengan cara memisahkan pengeluaran jangka panjang dan pendek. Mulai dari membuat rencana general untuk bisnis, meliputi program yang akan dijalankan selama satu periode. Kemudian, buat rincian kebutuhan masing-masing program.
"Kalau sudah membuat rincian di setiap program, bagi menjadi dua kategori waktu pelaksanaan seperti istilah pengeluaran harian, mingguan, dan bulanan untuk jangka pendek. Sementara pengeluaran jangka panjang mencakup waktu 1-3 tahun mendatang," tandasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)