Dia menambahkan, ketika Donald Trump menjabat jadi Presiden AS ada kebijakan yang mendukung pelaku pasar dan ada juga yang tidak. Sehingga hal ini menimbulkan ketidakpastian pelaku market.
Untuk diketahui, puluhan juta pemilih mendatangi tempat-tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh negeri untuk menentukan apakah mempertahankan Presiden Donald Trump sebagai pemimpin negeri Paman Sam selama empat tahun mendatang, atau menggulingkannya dengan memberi dukungan pada penantang dari Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden.
Di tengah pandemi virus corona yang tak terkendali di AS, lebih dari 97 juta warga telah memberikan suara lebih awal. Jumlah itu melampaui dua pertiga dari seluruh penghitungan suara pada pemilu 2016 dengan hampir 139 juta suara yang masuk ketika Trump secara tak terduga mengalahkan Hillary Clinton dari Partai Demokrat dan menguasai Gedung Putih.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)