JAKARTA - Indonesia alami resesi setelah pertumbuhan ekonomi minus 3,49% pada kuartal III-2020. Menurunnya ekonomi berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran Indonesia.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran semakin bertambah karena Covid-19. Pengangguran naik 2,67 juta orang menjadi 9,77 juta orang pada kuartal III-2020.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kenaikan penganggurna terbuka berada di DKI Jakarta dan diikuti Bali.
"DKI, Banten, Kepri dan Bali terjadi tingkat kenaikan untuk pengangguran terbuka," kata Suhariyanto
Adapun rinciannya terdapat 29,12 juta orang (14,28% penduduk usia kerja) yang terdampak Covid-19, terdiri dari pengangguran karena Covid-19 (2,56 juta orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 (0,76 juta orang), sementara tidak bekerja karena Covid-19 (1,77 juta orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 (24,03 juta orang).
BPS mencatat angkatan kerja pada Agustus 2020 sebanyak 138,22 juta orang, naik 2,36 juta orang dibanding Agustus 2019. Sejalan dengan kenaikan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik sebesar 0,24 persen poin.
Baca Selengkapnya: Selamat Datang, Pengangguran di RI Melonjak Jadi 9,77 Juta Orang
(Feby Novalius)