JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyayangkan masih banyak produk-produk Indonesia yang masih impor. Padahal produk yang diimpor merupakan barang yang mudah yang seharusnya bisa diproduksi oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Salah satu contohnya adalah produk pertanian seperti cangkul yang masih impor. Tak hanya itu, peralatan kesehatan dan perkakas rumah tangga juga masih impor meskipun bisa diproduksi oleh para pelaku UMKM.
Baca Juga: Impor Sektor Industri Agro Ditargetkan Turun 20,54%
"Sampai sekarang kan masih banyak lah barang-barang konsumsi yang sepele, perkakas rumah tangga, alat-alat pertukangan, kayu, besi, termasuk juga alat-alat pertanian, alat-alat kesehatan itu masih impor padahal itu bisa disubstitusi oleh produk dalam negeri," ujarnya dalam diskusi virtual, Rabu (11/11/2020).
Oleh karena itu lanjut Teten, pemerintah terus mendorong penggunaan produk dalam negeri. Salah satu contohnya adalah dengan kebijakan 40% belanja pemerintah harus membeli produk UMKM.
"Saya kira kita ke depan kita fokus mana yang bisa kita sasar. Pemerintah sudah membuat kebijakan 40% belanja Kementerian dan Lembaga harus produk UMKM. Dan saya kira itu banyak belanja alat kesehatan, pertanian bisa disubstitusi oleh produk UMKM," jelasnya.
Tak hanya itu, saat ini juga BUMN sudah didorong untuk membeli produk-produk UMKM. Meskipun jumlah BUMN ini juga masih sangat sedikit karena hanya 9 perusahaan milik negara saja yang sudah memiliki komitmen.
"BUMN juga punya pasar produk BUMN yang pak Erick Thohir sudah perintahkan belanja 14 miliar untuk UMKM meskipun ini harus kita upayakan karena masih 9 BUMN," kata Teten.