Sementara itu Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Supandi mengatakan, aturan mengenai protokol kesehatan menjadi kontrol operator. Untuk kereta KRL dilakukan PT KCI.
“Masih tetap berjalan. Cuman memang yang masalah itu di stasiun antara, selepas stasiun utama seperti stasiun Bogor, Depok, Kota Cikarang dan Bekasi,” ucap dia.
Dia menambahkan, mengenai kendornya pengawasan protokol kesehatan, akan terus dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melaluo sosialisasi protokol kesehatan Covid-19.
“Yang jelas kita terus sosialisasi, agar kesadaran masyarakat terus bisa muncul terutama untuk protokol dasar seperti jaga jarak dan pakai masker juga cuci tangan,” pungkasnya.
Sebelumnya, pemandangan yang tidak biasa dalam KRL commuter line Bekasi-Jakarta Kota karena tidak mengedepankan protokol kesehatan di transportasi KRL. Sebab tidak ada pengecekan suhu maupun penggunaan masker yang aturannya dilakukan sebelum memasuki pintu elektronik atau gerbong kereta.
Petugas yang berdiri di pintu elektronik hanya memerhatikan penggunaan tapping kartu elektronik yang digunakan pengunjung. Ketika pengunjung mengalami kendala tapping, petugas lengkap dengan face shield akan datang membantunya.
Selain itu, penumpang juga ada yang kedapatan menerima telepon hingga video call. Hal ini jelas-jelas dilarang dalam kebiasaan baru bertransportasi. Bahkan, sering terjadi penumpukan penumpang di satu gerbong kereta.
(Dani Jumadil Akhir)