Faktor pandemi COVID-19, kata dia, masih memberikan dampak kepada ekonomi 2021 yang tetap menahan belanja kelas menengah ke atas.
Dampaknya, kata dia, laju kredit perbankan diperkirakan hanya tumbuh 5%-6% dari normalnya 9%-10%. Demikian seperti dilansir Antara.
Selain itu, ketersediaan vaksin COVID-19 yang pada semester kedua 2021 diperkirakan baru berjalan dan didistribusikan secara terbatas juga mempengaruhi ekonomi RI.
“Permintaan belum normal, dampaknya bahwa proses pertumbuhan ekonomi masih tertahan,” ucapnya.
(Dani Jumadil Akhir)