JAKARTA - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menargetkan nilai kontrak baru hingga akhir 2020 sebesar Rp5 triliun. Perusahaan pun sudah mempersiapkan berbagai strategi untuk mencapai hal tersebut di tengah pandemi virus corona.
Direktur Utama Waskita Beton Precast Moch Cholis Prihanto mengatakan, pada situasi pandemi saat ini, manajemen memiliki strategi bisnis salah satunya adalah ekspansi bisnis dengan memperluas pasar eksternal. Di mana sekitar Rp 3,3 triliun berasal dari proyek eksternal di Pulau Jawa dan Sumatera, sedangkan sisanya berasal dari proyek internal.
Baca Juga: Bangun Stadion Bola Asian World Cup, Waskita Beton Gandeng Yodya Karya
"Perusahaan optimis untuk dapat terus meningkatkan porsi nilai kontrak eksternal. Tentunya dengan inovasi produk Waskita Beton Precast yang selalu menyesuaikan dengan permintaan pasar," ujarnya, Selasa (24/11/2020).
WSBP pun berhasil membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp1,68 triliun hingga Oktober 2020. Di mana dari total perolehan ini, sebesar 38% dari kontrak internal dan sebesar 62% dari kontrak eksternal.
Baca Juga: 2 Investor Siap Beli 5 Tol Milik Waskita Karya
Proyek eksternal tersebut di antaranya Proyek Jalan Tol Binjai-Pangkalan Brandan, Proyek Jalan Tol Aceh-Sigli, Proyek Jalan tol Prabumulih-Muara Enim, dan proyek lainnya.
Dikatakannya, Waskita Beton Precast selalu berkomitmen untuk terus menghasilkan produk baru. Beberapa produk baru tersebut antara lain bantalan rel, tetrapod, tiang beton pracetak, sistem pengerasan rigid, dan reinforced concrete pipe. Perusahaan juga melakukan efisiensi melalui shared resource dan command center.
“Waskita Beton Precast akan melakukan pengelolaan sumber daya secara terintegrasi. Selain itu kami juga akan melakukan clustering pada unit usaha yang lokasinya berdekatan, sehingga akan lebih efisien,” kata Cholis.
Tidak hanya itu, perusahaan juga melakukan strategi kolaborasi yaitu dengan memaksimalkan sumber daya pihak lain untuk dapat mengoptimalkan efisiensi operasional.