Naik Lagi, Harga Emas Kian Mahal

, Jurnalis
Kamis 03 Desember 2020 07:20 WIB
Emas (Foto: Shutterstock)
Share :

Emas yang tidak memberikan imbal hasil, telah meningkat lebih dari 20% sepanjang tahun ini, cenderung mendapat manfaat dari langkah-langkah stimulus karena secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Stimulus akan mendorong "beberapa permintaan fisik, mendorong gagasan tentang inflasi harga yang bermasalah dalam beberapa bulan mendatang," kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Namun, emas mencatat kinerja bulanan terburuk dalam empat tahun pada November, terbebani oleh optimisme atas rebound ekonomi yang didorong oleh vaksin. Emas berjangka telah kehilangan sekitar 5,6% selama November. Demikian seperti dilansir Antara, Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Inggris pada Rabu (2/12/2020) menjadi negara pertama yang menyetujui vaksin COVID-19 yang diproduksi Pfizer-BioNTech.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun satu sen atau 0,04%, menjadi ditutup pada USD24,08 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD8,2 atau 0,82% menjadi menetap di USD1.012,1 per ounce.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya