JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berharap libur Natal dan Tahun Baru bisa membantu upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Namun mesti didukung dengan tidak adanya kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia.
"Kita berharap ini tidak identik dengan kalau libur itu ada penambahan kasus. Kalau libur saya berharap identik dengan ekonominya pulih namun kasusnya tidak naik," kata dia dalam acara Indonesia Digital Conference (IDC) 2020: Inovasi Beyond Pandemi, Rabu (16/12/2020).
Baca Juga: Erick Thohir: Covid-19 Tak Selesai, Ekonomi Tidak Tumbuh Tinggi hingga 2022
Saat ini, beberapa negara menghadapi gelombang kedua pandemi Covid-19 karena kenaikan kasus di sana. Akibatnya kebijakan pengetatan harus kembali diterapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19, yang justru berdampak ke ekonomi.
"Ini sekarang kita melihat di semua negara mengalami gelombang kedua atau ketiga, dan terjadi pengetatan. Kita lihat di Indonesia menjelang akhir tahun kita harus mewaspadai, karena banyak masyarakat kita yang akan menghadapi masa libur," ungkapnya.
Baca Juga: Erick Thohir Belum Puas Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari G20
Untuk itu, dia selalu mengingatkan bahwa penerapan protokol kesehatan merupakan sesuatu yang wajib oleh semua pihak. Masyarakat harus senantiasa memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
"Jadi kita bisa terus melihat kenaikan dari kegiatan ekonomi dan mobilitas tanpa kemudian menimbulkan penularan. Ini semua hanya bisa terjadi kalau kita melakukan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," tandasnya.