JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan hari. Rupiah kini berada level Rp13.880-an per USD.
Melansir Bloomberg Dollar Index, Senin (4/1/2021) pada pukul 09.54 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 170 poin atau 1,21% dan berada di level Rp13.880 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp13.880 hingga Rp13.925 per USD.
Baca Juga: Rupiah Tekan Dolar ke Level Rp14.130/USD
Sementara, dalam yahoofinance mencatat Rupiah berada di level Rp14.100 per USD. Di mana, dalam pergerakan harian Rp14.100-Rp14.100 per USD.
Berdasarkan data Treasury MNC Bank, peluang penguatan rupiah pada 2021 terbuka lebar seiring dengan kemunculan paket stimulus dari Amerika Serikat dan vaksin virus corona yang akan memicu pemulihan ekonomi dunia.
Pergerakan rupiah sepanjang tahun 2020 memiliki volatilitas yang tinggi. Hal tersebut seiring dengan kepanikan pelaku pasar terhadap pandemi virus corona yang melanda dunia.
Baca Juga: Rupiah Perkasa di Level Rp14.145/USD
Bahkan sempat mendekati level Rp17.000 pada April 2020. Tetapi, setelah kepanikan mereda, nilai rupiah cenderung kembali menguat.
Potensi pelemahan rupiah masih terbuka pada awal 2021. Pelaku pasar diperkirakan masih mengkhawatirkan proses distribusi vaksin virus corona yang kemungkinan belum merata ke seluruh dunia.
Belum meratanya distribusi vaksin virus corona, dapat memicu kenaikan jumlah kasus positif virus corona di Indonesia. Hal ini akan berimbas pada lesunya nilai mata uang rupiah.
Meski demikian, pasar optimistis tren pergerakan nilai rupiah akan menunjukkan hasil positif. Salah satu sentimen yang mendorong penguatan tersebut adalah optimisme pelaku pasar terkait prospek pemulihan ekonomi pada 2021.
Pandemi virus corona yang terkendali dengan adanya vaksin kemungkinan besar akan mendorong para investor untuk kembali ke aset-aset berisiko tinggi. Hal tersebut akan sangat menguntungkan bagi nilai rupiah ke depannya.
Selain itu, penguatan rupiah juga akan ditopang oleh respons positif pasar terhadap stimulus fiskal dari Amerika Serikat yang telah ditandatangani Presiden Donald Trump. Potensi penambahan paket stimulus pada masa pemerintahan Presiden Terpilih, Joe Biden, juga akan semakin melambungkan nilai rupiah.
Paket stimulus yang berjalan dan prospek penambahan di tahun depan akan mendorong pelemahan dolar AS yang berdampak pada penguatan rupiah.
Diperkirakan, tren positif tersebut akan berjalan secara berkelanjutan pada setelah kuartal I 2021. Nilai rupiah sepanjang tahun ini diprediksi di level Rp13.800 hingga Rp14.500 per dolar AS.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)