GeNose Kurangi Ketergantungan RI dengan Impor Alat Tes Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis
Jum'at 15 Januari 2021 22:04 WIB
Covid-19 (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Keberhasilan para peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam mengembangkan Gadjah Mada Electronic Nose Covid-19 (GeNose C19) menjadi kebanggaan tersendiri, pasalnya GeNose C19 ini merupakan inovasi pertama di Indonesia untuk pendeteksian Covid-19 melalui embusan nafas.

GeNose C19 terhubung dengan sistem cloud computing melalui aplikasi berbasis kecerdasan artifisial untuk mendapatkan hasil diagnosis secara real time.

Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro menyambut gembira inovasi yang dilahirkan oleh para peneliti dari UGM yang dikenal dengan GeNose C19.

"Bagi kami GeNose C19 adalah suatu inovasi untuk bisa mengurangi ketergantungan terhadap alat skrining yang berasal dari luar negeri. GeNose C19 menjadi suatu terobosan karena sifat skriningnya yang tidak berbasis antibodi maupun antigen melainkan berbasis embusan nafas," ujar dia di Jakarta, Jumat (15/1/2021).

GeNose C19 menjadi bukti nyata keberhasilan Kemenristek/BRIN dalam mengimplementasikan triple helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan industri.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya