JAKARTA - Pemerintah memastikan 11 juta bahan baku vaksin Covid-19 masih diperuntukkan bagi petugas publik dan tenaga layanan publik, TNI, dan Polri. Proses vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada akhir februari 2021.
Sekretaris Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, setelah proses produksi dilakukan, pihaknya tetap mengontrol agar kualitas vaksin tetap terjaga. Dalam pelaksanaannya, perseroan menggunakan sistem manajemen distribusi vaksin (SMDV) yang terintegrasi dan dilengkapi dashboard internet.
Baca juga: 15 Juta Vaksin Sinovac Selesai Diproduksi Bio Farma 11 Februari
"Vaksin yang sudah jadi akan dialokasikan untuk petugas publik dan tenaga layanan publik, TNI, Polri mulai akhir Februari 2021. Proses pendistribusian vaksin Covid-19 utk menjaga kualitas vaksin agar terjaga, Bio Farma menggunakan sistem manajemen distribusi vaksin (SMDV) yang terintegrasi dilengkapi dashboard internet," ujarnya, Selasa (2//2/2021).
Manajemen perseroan juga memastikan, kemasan 3 juta vaksin Covid-19 yang sudah didistribusikan ke 34 Provinsi di Indonesia akan berbeda dengan kemasan vaksin yang akan dan tengah di produksi.
Baca juga: 11 Juta Vaksin Covid-19 Datang Lagi, Bio Farma Segera Proses dan Produksi
Bambang menyebut, kemasan yang berbeda tidak mempengaruhi kualitas vaksin. "Demikian perbedaan kemasan tapi tidak mempengaruhi kualitas," kata dia.
Saat ini Bio Farma tengah memproduksi 15 juta bahan baku vaksin Sinovac yang ditargetkan dapat menghasilkan 13 batch atau 13 juta dosis vaksin. Ini diperkirakan akan selesai produksinya pada 11 Februari 2021. Sementara itu, 10 juta bahan baku dan 1 juta vaksin setengah jadi yang baru saja tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akan diproduksi pada 13 Februari 2021 dan diharapkan selesai pada 20 Maret tahun ini.