Sementara itu komoditas yang menjadi komponen penahan inflasi adalah daging ayam ras dan telur ayam ras yang masing-masing menyumbang andil deflasi 0,02%serta tomat dan cabai merah yang sama-sama menyumbang andil 0,01%.
"Komoditas lain yang mengalami deflasi adalah harga emas yang mengalami penurunan dan menyumbang andil 0,02%, karena harga emas batangan dan logam mulia turun dan berpengaruh ke harga emas perhiasan dibandingkan Januari di 78 kota IHK," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, ia juga memaparkan, selama Februari 2021 sebanyak 56 kota mengalami inflasi dan 34 kota mengalami deflasi dari keseluruhan 90 kota IHK.
Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju 1,12% dan inflasi terendah masing-masing terjadi di Tasikmalaya dan Sumenep sebesar 0,02%.
Sedangkan, deflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 1,55% dan deflasi terendah masing-masing terjadi di Malang dan Tarakan 0,01%.
"Inflasi tertinggi pada Februari terjadi di Mamuju, atau sama seperti di Januari, karena Mamuju belum pulih usai adanya musibah. Tapi inflasi Februari ini menurun karena adanya penurunan harga ikan segar," kata Suhariyanto.
(Dani Jumadil Akhir)