IE-CEPA, Peluang Indonesia Geber Ekspor CPO ke Eropa

Ferdi Rantung, Jurnalis
Selasa 09 Maret 2021 15:02 WIB
Peluang Ekspor Sawit ke Eropa Terbuka. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor CPO ke Eropa. Hal ini usai hasil referendum Swiss mengenai IE-CEPA.

Wamendag Jerry Sambuaga mengatakan, dalam referendum itu, mayoritas rakyat Swiss setuju terhadap kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan European Free Trade Association (EFTA) yang terdiri dari Swiss, Norwegia, Islandia dan Lietchtenstein.

Sebanyak 51,6% publik Swiss setuju IE CEPA disahkan dan diimpelmentasikan. Hasil ini memberikan harapan cerah bagi peningkatan ekspor dan keberterimaan produk Indonesia di negara-negara Eropa.

Baca Juga: Lemhannas Sarankan Bentuk Otoritas Baru Bereskan Masalah Sawit

“Kita sangat menyambut positif, ini adalah hasil yang memberikan harapan cerah bagi ekspor Indonesia di Eropa.” Kata Wamendag menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (9/3/2021).

Kegembiraan Wamendag mengenai hasil referendum cukup beralasan. Selama ini publik Swiss dikenal sangat kritis terhadap isu-isu lingkungan, kesehatan dan sosial yang biasanya menjadi alasan bagi pemberlakuan hambatan bagi produk-produk dari negara lain.

Salah satu produk yang dikritisi oleh publik Swiss adalah mengenai isu kelapa sawit Indonesia. Beberapa lembaga swadaya masyarakat di Swiss bahkan beberapa waktu lalu secara resmi mengampanyekan isu negatif soal sawit yang juga menjadi agenda salah satu referendum.

Baca Juga: Petani Dapat BLT Rp30 Juta untuk Peremajaan Sawit

Jerry yang pernah memberikan pernyataan langsung kepada publik Swiss mengenai kelapa sawit Indonesia mengatakan bahwa publik Swiss memang menerima pernyataan yang kurang seimbang mengenai produk andalan Indonesia itu. Dalam wawancara dengan media yang cukup berpengaruh di Swiss, Jerry mengatakan bahwa Indonesia mempunyai standar dan peta jalan untuk kelapa sawit yang ramah lingkungan dan memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Jerry juga meyakinkan bahwa kelapa sawit dari aspek lingkungan justru lebih efisien karena satu hektar kelapa sawit menghasilkan produk yang setara dengan hasil 6 hektar produk minyak nabati yang lain.

Hasil referendum mengenai IE-CEPA ini jelas memberikan harapan bagus buat pemahaman publik Swiss mengenai kelapa sawit dan semua produk Indoensia lainnya. Bagi Wamendag ini juga mengindikasikan niat baik dari kedua belah pihak dalam hal saling memahami pada kerja sama perdagangan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya