Yellen Minta Suku Bunga Naik, Indeks Dolar AS Menguat

, Jurnalis
Rabu 05 Mei 2021 07:42 WIB
Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)
Share :

Kenaikan Selasa (4/5/2021) membalikkan kerugian yang diderita pada Senin setelah laporan survei manufaktur AS yang mengecewakan, meninggalkan dolar 1,0% di atas level terendah satu bulan yang dicapai minggu lalu.

"Tidak ada konsensus saat ini tentang apa yang akan terjadi pada dolar selama sisa tahun ini, seperti yang terjadi pada awalnya," kata Tempus Inc dalam catatan penelitian terbarunya.

"Sementara beberapa pedagang melihat dolar AS dengan ruang untuk tumbuh karena imbal hasil obligasi akan lebih tinggi di masa depan saat ekspektasi inflasi meningkat, yang lain percaya dolar sekarang dinilai terlalu tinggi dan hanya akan terus menyusut ketika seluruh dunia berhasil mengejar ketinggalan."

Dolar AS naik 0,8% terhadap dolar Australia menjadi 0,7704 dolar AS dan naik 0,9% versus dolar Selandia Baru menjadi 0,7138 dolar AS, meskipun harga-harga komoditas secara umum menguat secara keseluruhan.

Euro melemah 0,4% terhadap dolar menjadi 1,2013 dolar AS. Terhadap yen, dolar naik 0,2% menjadi 109,32 yen.

Sterling merosot 0,1% menjadi 1,3881 dolar AS menjelang pertemuan bank sentral Inggris pada Kamis (6/5/2021), yang mungkin mengumumkan perlambatan dalam program pembelian obligasi karena peluncuran vaksin mendukung ekonomi Inggris.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya