Ketika kondisi keuangan tidak sehat usai Lebaran karena adanya tambahan beban utang, saatnya kita melakukan pengetatan keuangan. Buat catatan keuangan untuk mengetahui pos-pos mana yang bisa di keluarkan.
Kalau perlu, kita bisa lebih frontal dengan menghilangkan pos-pos yang biasa kita pergunakan untuk memanjakan diri kita, seperti pos belanja pakaian, hingga pos jalan-jalan ke mal. Kita harus lebih ketat mengikuti catatan keuangan yang sudah dibuat.
"Ini adalah konsekuensi dari gaya hidup konsumtif kita selama Lebaran dan kita harus siap untuk lebih disiplin hingga paling tidak kondisi keuangan sudah mulai sehat," tambahnya.
Separah-parahnya kondisi keuangan kita, saat kita menerima penghasilan bulanan, alokasi untuk pembayaran utang kita sebaiknya tetap tidak melebihi 30% dari pemasukan, untuk mencadangkan bagi keperluan tak terduga. Ketika kondisi keuangan sudah sehat, kita bisa menata kembali kehidupan dan menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk diinvestasikan. Jadikan gaya hidup konsumtif kita selama masa Ramadan sebagai pelajaran berharga agar keuangan kita tidak memburuk usai Lebaran.
(Dani Jumadil Akhir)