JAKARTA - Ada beberapa keuntungan sekaligus kerugian terjadinya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan China yang lebih cepat bagi pemulihan di Indonesia. Ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 minus 0,74% dan Presiden Jokowi menargetkan agar bisa tumbuh 7% pada kuartal II-2021.
“Jadi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan China itu sebenarnya memberikan efek positif buat Indonesia,” kata Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengungkapkan dalam acara daring Economic Outlook and Industry 2021 di Jakarta, Rabu (19/5/2021).
Baca Juga: Ekonomi RI 7% Harus Dikawal Ketat, Jangan Sampai Ambyar karena Covid-19 Naik
Andry mengatakan dua perekonomian terbesar dunia yaitu AS dan China mencatat pertumbuhan positif pada triwulan I-2021 yaitu masing-masing 0,4% (yoy) dan 18,3% (yoy).
Ekonomi AS tumbuh 0,4% (yoy) didukung meningkatnya aktivitas seiring dilonggarkannya restriksi dengan semakin meluasnya distribusi vaksin serta tambahan stimulus yang diperkirakan dapat menopang laju pemulihan ke depan.
Baca Juga: Ekonomi Kuartal II-2021 Bisa Tumbuh 7% Sesuai Keinginan Jokowi?
Dia mengatakan jika ekspektasi pertumbuhan ekonomi AS naik maka akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia salah satunya melalui ekspor industri manufaktur ke AS yang juga meningkat.
“Kita bicara top limanya adalah tekstil dan produk tekstil, kemudian ada perikanan dan yang berikutnya adalah rubber dan produk olahannya,” ujarnya.