JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terus memburu aset BLBI sebesar Rp110,45 triliun baik dari dalam negeri maupun di luar negeri.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan Satgas tersebut dibentuk untuk mengejar utang yang dipakai obligor maupun debitor.
Baca Juga: Sri Mulyani Bakal Tutup Rekening Obligor demi Tagih Utang BLBI
"Itu masalah perdata dan oke karena waktunya sudah sangat panjang yaitu lebih dari 20 tahun tentu kita tidak lagi mempertanyakan niat baik atau tidak tidak mau membayar atau tidak, oke tim Satgas ini kami harap menggunakan seluruh instrumen yang ada di negara ini," kata Sri Mulyani saat Konferensi Pers Pelantikan Satgas BLBI, Jumat (4/6/2021)
Lanjutnya, berbagai data internal maupun eksternal akan digunakan pemerintah untuk mengejar para obligor dan debitur BLBI. Pelacakan data nantinya akan dibantu oleh Badan Inteligen Negara (BIN) dan negara-negara terkait yang terdapat ada aset para piutang BLBI.
Baca Juga: Lantik Satgas BLBI, Mahfud MD: Pemerintah Akan Tagih Semuanya!
"Kita berharap tentu masa tugas 3 tahun bisa dilaksanakan dengan kerjasama yang erat," ujar
Dia menambahkan telah mencatat nama obligor maupun debitur yang mendapatkan kucuran bailout dari pemerintah. Apalagi, perusahaan yang meminjam ini ada kewajiban bisa diidentifikasi.