Sementara itu, Sarman menegaskan, walau para pengusaha sangat menderita akibat terdampak Covid-19 yang sudah ada selama kurang lebih satu tahun, pihaknya akan tetap berusaha menerima kebijakan pemerintah.
“Kami dari pengusaha tidak ada istilah tidak mendukung, walaupun hati kecil kami sangat-sangat menangis. Karena kita bisa menyadari bahwasanya hampir satu tahun merasakan dampak Covid-19 ini. Misalnya, cashflow yang sudah sangat terjepit, yang namanya profit, yang namanya omzet itu sudah semakin tertekan sekali. Dan di satu sisi biaya operasional kita juga sangat-sangat menantang,” tegasnya.
(Dani Jumadil Akhir)