JAKARTA - Pemerintah kembali menegaskan 90% ketersediaan obat-obatan anti parasit dan bahan bakunya merupakan obat-obatan yang impor. Obat tersebut digunakan untuk terapi pasien Covid-19.
Obat yang dimaksud adalah Pafivirafir, Remdesivir, hingga Favipiravir. Meski demikian, BUMN Farmasi tengah memproduksi obat generik tersebut untuk kebutuhan masyarakat Tanah Air.
Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, pemerintah melalui Holding BUMN Farmasi akan tetap menggenjot produksi obat-obatan generik, meski bahan bakunya masih di impor.
Baca Juga: Contoh Jokowi, Erick Thohir: Kita Punya Pemimpin yang Luar Biasa
"Karena itu, kita sampaikan kemarin, kita buat terobosan gitu, dan BUMN salah satunya, bagaimana kita memproduksi obat-obat generik untuk terapi Covid-19, karena sampai sekarang obatnya belum ada. Seperti apa? Seperti Oseltamivir, Favipiravir, apa juga? Obat panas, paracetamol yang dulunya impor sekarang kita sudah bikin," ujar Erick dalam sesi wawancara dengan iNews, Kamis (29/7/2021).
Pemerintah memastikan adanya ketersediaan pasokan obat-obatan hingga September 2021 mendatang. Obat-obatan terapi tersebut disediakan di apotek yang dikelola BUMN Farmasi.
Baca Juga: Blusukan ke Warga Isoman, Erick Thohir: Saya Harus ke Bawah
Adapun obat yang tersedia adalah Azitromisin diperkirakan mencapai hingga 13 juta, Zinc hampir 15 juta, Paracetamol 30 juta, Vitamin C 77 juta, Ambroxol 26 juta, Vitamin D3 sebanyak 20 juta, Oseltamivir 32 juta, dan Favipiravir 83 juta.