Jabar Hilang Pendapatan Rp20 Miliar/Hari Imbas PPKM, Ridwan Kamil: Kami Kesusahan

Antara, Jurnalis
Senin 23 Agustus 2021 12:39 WIB
Gubernur Jabar Ridwal Kamil Ungkap Dampak PPKM pada Sektor Ekonomi. (Foto: Okezone.com/BNPB)
Share :

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengungkapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 membuat Provinsi Jawa Barat kehilangan potensi pendapatan daerah sekitar Rp20 miliar per hari.

"Perpanjangan PPKM satu hari di level 4, Jawa Barat kehilangan (pendapatan) Rp20 miliar per hari. Jadi kami juga sangat kesusahan kira-kira begitu," kata Ridwan Kamil, dikutip dari Antara, di Bandung, Senin (23/8/2021).

Baca Juga: Ridwan Kamil Ingin Jawa Barat Jadi Pusat Investasi di Asean

Kang Emil sapaan akrabnya, berharap acara West Java Economic Society 2021 dan Road to Kongres ISEI XXI tersebut bisa memberikan rekomendasi terhadap permasalahan tersebut.

"Saya mohon ada rekomendasi dari acara ini yakni yang pertama peningkatan daya beli masyarakat dan goverment standing. (Pendapatan daerah yang hilang akibat PPKM) kami hilang Rp5 triliun. Sehingga banyak kegiatan yang kami berhentikan," kata dia.

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Ridwan Kamil Luncurkan Super Aplikasi Pramuka

Namun, kata Kang Emil, ada sejumlah kabar baik yang berhasil dicapai oleh Provinsi Jawa Barat dari sisi ekonomi di tengah pandemi Covid-19 seperti pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 mencapai 6,13 persen.

"Dan itu melompat dari dulunya minus 4 persen di periode yang sama," kata dia.

Kabar baik lainnya, investasi yang datang ke Jawa Barat selalu menempati peringkat nomor satu nasional.

"Kalau tidak salah kurang lebih Rp70 triliunan investasi ke kita (Jabar). Kemudian juga ekspor sampai akhir semester ini, kita (Jabar) bisa menyumbangkan tertinggi sekitar 15,6 persen," kata dia.

Dia mengatakan dua ukuran ekonomi tersebut menjadi prestasi tersendiri bagi Provinsi Jawa Barat di dalam suasana pandemi Covid-19.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya