JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (21/9/2021). Pagi ini, IHSG turun 1,22% ke level 6.002.
Head of Business Development PT FAC Sekuritas Indonesia Kenji Putera Tjahaja mengatakan, investor cenderung masih wait and see. Kondisi tersebut terjadi, karena investor masih menunggu pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dan pertemuan The Fed.
Baca Juga: IHSG Anjlok1,22%, Pagi Ini di Level 6.002
“IHSG sendiri kita tahu kemarin terkoreksi cukup tertekan ya, kurang lebih itu melemah 56,93 poin karena aksi net sell asing juga. Tapi kalau saya lihat sendiri investor ini masih cenderung wait and see, karena hari ini kan ada pengumuman hasil RDG Bank Indonesia dan juga masih menunggu pertemuan The Fed untuk keputusan tapering,” katanya dalam Power Breakfast IDX Channel, Selasa (21/9/2021).
Baca Juga: IHSG Berpotensi Melemah di 6.035-6.098
Dia menjelaskan, walau The Fed masih fokus terhadap varian baru Covid-19, namun tapering off pasti akan tetap dilakukan secara bertahap. Di mana, rencananya tapering off akan dilakukan di kuartal akhir 2021 ini.
“Mereka memang masih concern terhadap adanya varian baru virus Covid-19 yang ditakutkan ketika nanti suku bunga dinaikkan, taperingnya sudah mulai dijalankan, itu akan tidak maksimal. Nah terakhir itu untuk suku bunga sendiri karena ini masih akan ditahan untuk tidak dinaikkan, tapi taperingnya pasti akan dilakukan secara bertahap,” jelas Kenji.
Lanjut Kenji, dengan adanya kondisi tersebut, IHSG masih mempunyai kecenderungan mengalami tekanan. Adapun hari ini IHSG diprediksi masih bergerak cukup fluktuatif.
“Kalau hari ini si kita prediksi IHSG ini masih bergerak cukup fluktuatif. Dari range 6.045 untuk support dan 6.110 untuk resistancenya,” ujar dia.
Akan tetapi, IHSG juga masih mempunyai peluang untuk kembali ke level 6.100 an. Di mana, salah satunya didorong oleh sentimen PPKM.
“Ada, masih ada. Apalagi kita tahu kemarin PPKM sendiri kan sudah untuk daerah Jawa Bali sudah banyak diturunkan ya. Itu menjadi stimulus positif juga untuk market domestik,” tambahnya.
Sementara itu, Kenji merekomendasikan beberapa saham pilihan yang bisa menjadi pertimbangan para investor. Saham-saham tersebut yaitu, ISAT, BUKA, BBRI, ASII.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)