JAKARTA - Konon banyak data berupa email hingga nomor telepon dipakai untuk membuka akun bodong di platform investasi tetapi si empunya nama tidak tahu. Salah satu korban bernama Ignatius Danang berbagi di media sosial Twitter pada 5 Juli 2021 bahwa dia bingung tiba-tiba dirinya seakan melakukan pendaftaran akun Ajaib Investasi.
"Dwear @ajaib_investasi sampai detik ini saya tidak pernah melakukan pendaftaran akun, tetapi dari kemarin total saya mendapat lebih dari 3x email konfirmasi. Mohon ditindaklanjuti Terima kasih, cc @ojkindonesia," tulisnya dikutip MPI, Sabtu (2/10/2021).
Namun ketika di konfirmasi tim MNC Portal Indonesia (MPI), Ignatius Danang mengatakan kasus itu sudah lama ditutup, dengan adanya itikad dari pihak Ajaib Sekuritas yang sudah menghubunginya dan klaim masalah selesai.
"Pihak Ajaib sudah menghubungi saya, jadi menurut saya sudah solved," ujarnya kepada MPI, Sabtu (2/10/2021).
Sebelumnya, Ignatius Danang membuat postingan di Twitter, bahwa dirinya menerima beberapa email resmi tentang konfirmasi seakan dia melakukan pendaftaran akun Ajaib Sekuritas.
Total ada tiga email konfirmasi resmi yang didapat Ignatius. Walaupun tidak disebar, Ignatius sudah sering mendengar kabar jual beli data.
Ignatius lantas mengirim balasan email ke customer service tersebut dan dijawab Ajaib mereka tidak pernah menggunakan email sebagai langkah registrasi.
"Walaupun tidak disebar, kan sudah sering terdengar kabar jual beli data, hasil dari kebocoran data dari beberapa e-commerce atau web layanan publik. Jadi modusnya si penipu 'iseng' pilih email dengan harapan link tersebut di klik," kata Ignatius.
Balasan email customer care Ajaib malah mengonfirmasi Ignatius lagi apakah sebelumnya pernah mengunduh aplikasi dan masuk ke dalamnya.
"Padahal download aplikasinya aja enggak pernah, apalagi daftar. Trus itu nomor punya siapa juga ga tau, yang pasti bukan nomor saya,” ungkap dia.
Menurut Ignatius, hal itu disebabkan oleh penipu yang menggunakan fitur 'lupa password' dengan email yang dia punya. Kemudian jika pemilik email lengah, maka akan diklik 'Konfirmasi', dengan begitu penipu bisa ganti password dan mengakses akun.
Bisa-bisa, data yang didapat tersebut oleh penipu dijual asetnya atau bahkan mencairkan dana ke rekening pribadinya.
Kewaspadaan sangat diperlukan bagi investor yang mempunyai akun di platform investasi. Penipu sekarang ini bisa mendapat email dari mana saja bahkan transaksi jual beli data seakan lumrah.
"Semoga pihak @ajaib_investasi dapat menjadikan kasus ini sebagai review sistem keamanannya agar tidak ada korban. Saya tidak dirugikan secara materi, ini saya lakukan sebagai preventive measure kenapa tiba-tiba ada email konfirmasi, semoga membantu," pungkas Ignatius.
(Rani Hardjanti)