"Saya sih sebenarnya keberatan ya, karena tiketnya sendiri (pesawat) juga mahal, ditambah PCR sendiri, apalagi harus dua kali," sambung Tia.
Tia dan Yauma memiliki harapan yang sama kepada pemerintah untuk meninjau kembali harga PCR serta menjadi syarat penerbangan. Melihat saat ini juga program vaksinasi yang terus dilakukan dan diupayakan di seluruh daerah.
Selain itu, salah satu penumpang lain bernama Ibe, yang juga baru menyelesaikan penerbangannya dari Yogyakarta. Saat itu Ibe melakukan test PCR di kota Solo sebelum terbang ke Jakarta.
"Kalau PCR sih berat ya, mungkin kalau cukup antigen boleh lah, walaupun berlakunya cuma 1x24 jam ya, tapi itu tidak memberatkan dibanding PCR," kata IBE.
Penumpang lainnya yakni Jayat juga mengatakan senada dengan 4 orang sebelumnya, yang pada dasarnya test PCR cukup memberatkan. Alsannya hampir sama, umur test PCR yang pendek mengharuskan mengulang test tersebut untuk kembali.
(Taufik Fajar)