Intip Desain Kereta Cepat 350 Km/Jam yang Mirip Komodo

Suparjo Ramalan, Jurnalis
Senin 01 November 2021 19:05 WIB
Desain Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Foto: Okezone.com/Instagram KCIC)
Share :

Dwiyana menambahkan jika kecanggihan EMU KCJB juga dapat ditemukan pada sistem pengoperasiannya yang sudah menggunakan teknologi ATP (Automatic Train Protection) sesuai dengan standard yang disyaratkan dalam Kereta Kecepatan Tinggi dan juga standard Tiongkok dan dunia. Sistem ini sudah terbukti mampu menunjang keselamatan dan diakui oleh industri kereta cepat dunia.

Desain EMU yang digunakan pada KCJB memiliki muatan lokal. Pada desain eksterior, EMU untuk proyek KCJB memiliki warna merah dan silver dengan bentuk luar yang sekilas mirip Komodo. Hal ini tercermin pula di eksterior EMU KCJB yang menggunakan motif corak segitiga yang merepresentasikan sisik Komodo.

Warna merah pada desain eksterior EMU mengambil inspirasi dari warna Merah Putih bendera kebangsaan Indonesia. Sehingga, warna merah pada dinding samping dan bagian depan yang bergerak saat EMU KCJB melaju akan mengingatkan pada bendera yang berkibar serta memupuk rasa bangga pada tonggak sejarah transportasi massal modern yang pertama di Asia Tenggara ini.

Sementara itu, Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan mengintegrasikan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) dengan moda transportasi lainnya. Salah satunya, stasiun kereta api (KA) dibawa pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Dwiyana Slamet Riyadi mencatat, pada fase awal, ada empat stasiun yang digunakan untuk melayani penumpang KCJB. Keempat stasiun tersebut diantaranya, Stasiun Tegalluar, Padalarang, Karawang, dan Halim.

Untuk Stasiun Padalarang akan dijadikan stasiun hub yang bersisian jalur eksisting KAI di Padalarang. Tujuan integrasi moda transportasi darat tersebut untuk memberikan kemudahan bagi para pengguna jasa. Selain itu, integrasi juga dinilai mampu meningkatkan konektivitas penumpang dari pusat Kota Bandung dan Cimahi yang akan menggunakan layanan kereta cepat.

“Di Stasiun Hub Padalarang ini, akan terjadi konektivitas yang nyaman bagi penumpang KCJB yang ingin langsung melanjutkan perjalanan ke Kota Cimahi dan Bandung dengan KA Feeder yang dilayani oleh PT KAI ” ujar Dwiyana.

Dia menjelaskan, penambahan stasiun Hub di Padalarang dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Seperti demografi, komersial, infrastruktur di area Padalarang yang memadai, hingga menyasar penumpang yang berasal dari Bandung bagian Barat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya