Pakai Sawit, Impor Susut Rp38 Triliun

Michelle Natalia, Jurnalis
Rabu 17 November 2021 15:38 WIB
Menko Perekonomian Airlangga (Foto: Dok Kemenko Perekonomian)
Share :

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa dalam event internasional COP26 yang diselenggarakan di Glasglow, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendukung smallholders bersama dengan Inggris yang mana Indonesia berfungsi sebagai co-chair pada Forest, Agriculture, and Commodity, Trade (FACT) Dialogue.

Indonesia terus mendorong persamaan hak dan kewajiban antara negara konsumen dan negara produsen komoditas pertanian, perkebunan dan kehutanan. Dalam FACT Roadmap disampaikan bahwa komoditas pertanian termasuk sawit, penting untuk memulai pembangunan berkelanjutan terutama mempromosikan pembangunan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan berkontribusi pada ketahanan pangan, mitigasi perubahan iklim, dan meningkatkan mata pencaharian para petani.

“Smallholders masih memiliki berbagai tantangan, terutama terkait produktivitas dan kapasitas. Tentu ketika pasar menghendaki standar lingkungan yang lebih tinggi, resikonya adalah di tingkat smallholders. Oleh karena itu Pemerintah terus mendukung smallholders agar mampu menghadapi tantangan tersebut. Dukungan dan akses keuangan untuk para petani merupakan hal yang penting agar tantangan tersebut bisa ditangani, terutama tentu terkait dengan aspek tata kelola dan logistik,” tegas Menko Airlangga.

Riset dan pengembangan ini membutuhkan kerjasama antar lembaga baik dari Pemerintah, industri, serta para stakeholder terkait. Menko Airlangga mengatakan bahwa acara pekan riset ini merupakan sarana yang dapat dimanfaatkan untuk para pelaku industri sawit, termasuk masyarakat, untuk terus diterapkan sehingga kesenjangan antara pekebun rakyat dan milik korporasi bisa dipersempit.

Menko Airlangga juga mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh BPDPKS bersama dengan Lembaga Litbang Pemerintah, swasta serta partisipasi para akademisi, terutama dalam mendukung BPDPKS tetap menjaga budaya penelitian sehingga inovasi teknologi baru di bidang sawit bisa terus dikembangkan.

“Riset dan pengembangan harus terus dilakukan guna mewujudkan sawit Indonesia yang berkelanjutan dan fokus pada isu-isu yang impactful dan juga berkesinambungan,” pungkas Menko Airlangga.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya