JAKARTA - Garuda Indonesia bekerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menggelar Garuda Indonesia Travel Fair (GATF). Adapun GATF akan diselenggarakan secara hybrid.
Gelaran offline akan dilaksanakan di The Hall Mall Lantai 8 Senayan City selama periode 10-12 Desember 2021. Sedangkan gelaran secara online akan dilaksanakan selama priode 10-16 Desember 2021 melalui website www.gatf2021.com.
Baca Juga: BNI: Xpora Virtual Golf Tour 2021 Tingkatkan Sport Tourism Bali
GATF 2021 ini merupakan gelaran yang diselenggarakan secara berkala sejak pertama kali digelar pada tahun 2008, di mana melalui program promosi khusus ini, Garuda memberikan ragam pilihan tiket penerbangan dan paket perjalanan wisata domestik dan internasional, dengan penawaran menarik, yang salah satunya melalui penawaran diskon tiket penerbangan hingga 80 % di sejumlah rute pilihan serta berbagai added value lainnya.
Direktur Layanan & Niaga Garuda Indonesia, Ade R. Susardi mengatakan bahwa pelaksanaan GATF kali ini merupakan salah satu wujud komitmen Garuda Indonesia untuk terus berpartisipasi aktif dalam mendukung pemulihan perekonomian nasional, terutama dari sektor pariwisata, dengan memberikan berbagai penawaran khusus dan menarik bagi seluruh masyarakat Indonesia yang akan melaksanakan penerbangan ke berbagai destinasi wisata unggulan nasional.
Baca Juga: BNI Tangkap Peluang Bisnis Smart City, Siapkan Solusi Keuangan Terintegrasi
Gelaran GATF ini juga menjadi momentum tersendiri bagi pemulihan kinerja. Seiring dengan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk kembali terbang, dihadirkan program promo khusus gelaran GATF ini kami harapkan dapat memberikan added value tersendiri bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan sedini mungkin.
“Bekerjasama dengan BNI sebagai bank partner, melalui gelaran GATF kali ini Garuda Indonesia menawarkan berbagai pilihan rencana penerbangan yang menarik ke berbagai destinasi wisata prioritas seperti Denpasar, Labuan Bajo, Sorong, Medan, Lombok, dan Surabaya. Hadirnya GATF 2021 ini diharapkan tidak hanya dapat memperkuat sinergi antara sesama pelaku ekosistem pariwisata dalam menghadirkan ragam pilihan serta memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan perjalanan wisata namun juga dapat mendorong pemulihan ekonomi daerah pada berbagai destinasi tujuan”, papar Ade.