Gubernur BI Ungkap Biang Kerok Penyebab Rupiah Melemah

Michelle Natalia, Jurnalis
Kamis 16 Desember 2021 16:00 WIB
Gubernur BI (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terjaga didukung oleh ketahanan sektor eksternal Indonesia dan langkah-langkah stabilisasi Bank Indonesia, di tengah ketidakpastian di pasar keuangan global yang meningkat.

"Nilai tukar Rupiah pada 15 Desember melemah terbatas 0,07% secara point to point dan 0,70% secara rerata dibandingkan dengan level November 2021," ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (16/12/2021).

Baca Juga: Omicron Masuk RI Bikin IHSG dan Rupiah Melemah? Ini Analisanya

Perkembangan nilai tukar Rupiah tersebut disebabkan oleh aliran modal keluar dari negara berkembang di tengah terjaganya pasokan valas domestik dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik.

"Dengan perkembangan ini, Rupiah sampai dengan 15 Desember 2021 mencatat depresiasi sekitar 1,97% (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2020, lebih rendah dibandingkan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti India (3,93%, ytd), Filipina (4,51%, ytd), dan Malaysia (4,94%, ytd)," jelas Perry.

Dia menyebutkan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya