Kisah Bambang Sutantio Jadi Miliarder berkat Susu, Kini Punya Harta Rp21 Triliun

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis
Rabu 29 Desember 2021 16:22 WIB
Pemilik Cimory (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Bambang Sutantio adalah salah satu miliarder Indonesia yang kaya berkat bisnis food and beverage (FnB). Dia adalah pemilik pabrik susu dan yogurt Cimory Group.

Mengutip dari Forbes, Rabu (29/12/2021), Bambang tercatat memiliki kekayaan USD1,5 miliar atau Rp21,45 triliun (kurs Rp14.300 per USD).

Berdasarkan informasi terbaru, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk atau Cimory resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode CMRY.

Jumlah saham yang dilepas melalui penawaran perdana sebesar 1.190.203.000 saham yang mewakili 15% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan setelah IPO. Harga penawaran yang ditawarkan pada penawaran umum perdana saham (IPO) ini dengan Rp3.080 setiap saham. Dengan demikian, perseroan telah menghimpun dana sebesar Rp3,66 triliun.

Baca Juga: Sumber Kekayaan Rudy Salim, Punya Banyak 'Pabrik' Uang

Pendiri dan Presiden Komisaris CMRY Bambang Sutantio mengatakan, IPO ini menjadi momentum yang bersejarah bagi perusahaan di mana perusahaan terus menguatkan misinya untuk menjadi pemimpin di bidang industri olahan susu dan makanan konsumen, dengan menyediakan produk olahan susu dan konsumen makanan premium yang kuat di era perdagangan modern.

"IPO ini menjadi momen bersejarah bagi perusahaan kami, di mana kami bertransformasi dari sebuah perusahaan keluarga menjadi sebuah perusahaan terbuka yang memiliki komitmen kuat terhadap Tata Kelola Perusahaan yang baik serta fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan," katanya, dalam acara pencatatan saham perdana di BEI.

Awal bisnis Bambang Sutantio

Perjalanan bisnis Bambang Sutantio bermula dari garasi rumah dan restoran milik keluarganya pada 1992. Garasi tersebut berlokasi di Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Cimory baru resmi menjadi perusahaan pada 2006. Nama perusahaan tersebut pun diambil dari akronim Cisarua Mountain Dairy. Saat itu, Cimory menggunakan model perusahaan joint venture antara PT Macroprima Panganutama dan HOS BV Belanda. Dengan status Penanaman Modal Asing (PMA), rasio kepemilikan saham kedua perusahaan tersebut adalah 60:40.

Baca Juga: Intip Total Kekayaan Tom Holland

Pabrik susu Cimory kemudian dibentuk dengan mengajak para peternak sapi perah Cisarua dan sekitarnya yang tergabung dalam Koperasi Produsen Susu (KPS) Giri Tani. Masa itu, harga susu hanya dibanderol rendah seiring kualitasnya yang kurang baik. Namun, peternak lantas berlomba-lomba meningkatkan kualitasnya agar dapat dibeli Cimory dengan harga yang tinggi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya