Sentimen lainnya seperti Rusia dapat segera membuat dalih untuk menyerang tetangganya Ukraina karena mendapat peringatan dari AS.
Namun, Rusia telah membantah tuduhan tersebut. Kanselir Jerman Olaf Scholz akan menuju ke Ukraina di kemudian hari, diikuti dengan perjalanan ke Moskow lusa, dan memperingatkan sanksi jika serangan terjadi.
Ketegangan tersebut adalah kejutan terbaru bagi pasar yang sudah terhuyung-huyung dari data inflasi AS minggu sebelumnya yang tinggi. M
eskipun kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga darurat agak mereda, beberapa investor memperkirakan dolar akan tetap didukung.
Di seberang Atlantik, The Fed akan merilis risalah dari pertemuan terakhirnya pada hari Rabu.
Pembicaraan minggu sebelumnya tentang kenaikan suku bunga antar-pertemuan mereda setelah The Fed merilis jadwal pembelian obligasi yang tidak berubah untuk bulan mendatang.
BACA JUGA:Rupiah Ditutup Melemah di Level Rp14.392 Hari Ini
Bank sentral akan menaikkan suku bunga hanya setelah pembeliannya berhenti.
Dari sentimen domestik, pelaku pasar merespons positif setelah lembaga pemeringkat Moody’s memperkirakan aktivitas ekonomi Indonesia akan kembali ke rata-rata pada tahun 2023 dengan pertumbuhan bertahan pada tingkat tersebut setelahnya.
Moody's memandang keputusan ini sejalan dengan hasil asesmen bahwa ketahanan ekonomi Indonesia serta efektivitas kebijakan moneter dan makro ekonomi tetap terjaga.
Kebijakan reformasi struktural yang ditempuh oleh Pemerintah juga diyakini akan mendukung peningkatan investasi dan menopang perbaikan daya saing ekspor.