Investasi Saham untuk Jangka Panjang

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 19 Februari 2022 07:03 WIB
Investasi Saham untuk Jangka Panjang (Foto: Okezone)
Share :

Fluktuasi yang terjadi, selama belum mencapai target selama 20 tahun bisa diabaikan. Selama investor disiplin pada rencana investasi, maka hasinya akan optimal. Setelah berinvestasi dengan memilih sejumlah saham sebagai bentuk diversifikasi, lakukan secara berkala rebalancing portofolio, biasanya enam bulan atau setahun sekali.

Jika saham yang diinvestasikan sudah memberikan return yang tinggi, yang membuat nilai aset investasi pada instrumen saham meningkat di atas rata-rata return tetinggi, investor bisa merealisasikan keuntungannya dan menginvestasikan kembali agar portofolio investai terus seimbang.

Contoh, untuk memenuhi kebutuhan investasi, seorang investor mengalokasikan dana investasinya 50% ke saham dan 50% ke surat utang negara dan obligasi korporasi. Di akhir tahun ternyata investasi saham sedang memberikan return tinggi, sehingga membuat nilai aset saham naik jadi 60%, sementara surat utang tinggal 40%.

Maka investor harus menjual sahamnya agar nilainya kembali 50% dan membelikan surat utang sehingga posisinya juga kembali ke 50%. Hal ini dilakukan agar tujuan investasinya tetap berada pada jalurnya.

Dengan cara ini, risiko investasi akan terkelola dengan baik, dan hasil yang optimal akan dituai dalam jangka panjang. Jika investor memutuskan berinvestasi jangka panjang, jangan tergiur melakukan aktivitas trading jangka pendek.

Tetap fokus pada tujuannya. Atau jika tertarik menjadi trader, lakukan secara terpisah dengan portofolio yang baru, yang khusus untuk transaksi jangka pendek. Strategi jangka panjang dan jangka pendek bisa dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing investor. (TIM BEI)

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya