Transisi Energi, Menteri ESDM Sebut Belum Bisa Move On dari Migas

Athika Rahma, Jurnalis
Minggu 20 Februari 2022 18:05 WIB
Transisi Energi tak bisa lepaskan Migas sepenuhnya (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Transisi energi merupakan proses panjang yang harus dilakukan oleh negara-negara di dunia. Transisi energi bertujuan untuk menekan emisi karbon yang dapat menyebabkan perubahan iklim.

Sebagai perantara menuju NZE, energi fosil masih akan dimanfaatkan sebagai sumber energi sementara di Indonesia pada masa transisi energi.

"Minyak dan batubara akan menjadi sumber energi perantara untuk transportasi sebelum digantikan dengan kendaraan listrik, sementara gas bumi dapat dimanfaatkan untuk energi transisi sebelum energi baru terbarukan (EBT) 100% di pembangkit listrik," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif, dikutip Minggu (20/1/2022).

Nantinya, gas bumi akan berperan sebagai penopang bahan bakar pembangkit EBT yang masih intermitten dan mineral akan tetap digenjot terutama untuk proses hilirisasi. "Mineral juga masih menjadi sumber pilihan utama untuk (pembuatan) baterai," jelas Arifin.

Ke depan, pemerintah tengah melakukan pengurangan penggunaan batubara sebagai sumber energi dengan menggunakan teknologi CCS/CCUS (Carbon Capture, Utilizaton and Storage), pengembangan Dimethyl Ether (DME) pengganti elpiji serta peningkatakan nilau tambah mineral melalui hilirisasi di dalam negeri.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya