Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia (PDB) pada tahun ini pun diperkirakan akan meningkat lebih tinggi, pada kisaran 4,7 persen hingga 5,5 persen, dari pertumbuhan 3,69 persen pada 2021 Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga akan didukung oleh stimulus kebijakan yang terus berlangsung dan pembukaan kembali sektor ekonomi.
Diperkirakan, sektor ekonomi seperti manufaktur, perdagangan, infrastruktur, dan pertanian akan terus mengalami peningkatan.
BACA JUGA:Rupiah Menguat Lawan Dolar AS, Mata Uang Lainnya Keok
Kemudian, sektor pariwisata juga akan mulai mengalami peningkatan sejalan dengan normalisasi mobilitas.
Penyelenggaraan MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), diyakini menjadi salah satu kegiatan yang akan mempercepat pemulihan di sektor tersebut.
"Bagusnya data internal tidak serta merta membawa mata uang garuda menguat tajam bahkan sebaliknya sempat melemah, walaupun akhirnya menguat tipis. Mungkin pelaku pasar condong terhadap pertemuan bank sentral Amerika Serikat yang akan mengumumkan kenaikan suku bunga acuannya," katanya.
(Zuhirna Wulan Dilla)