JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar (outflows) sebesar USD400 juta setara Rp5,7 triliun (kurs Rp14.300) pada periode Januari hingga 15 Maret 2021. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik tertahan seiring peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global.
"Meski terdapat aliran modal asing yang keluar, nilai tukar rupiah tetap terjaga sehingga menguat sebesar 0,38% secara point to point dan 0,01% secara rerata dibandingkan dengan level akhir Februari 2022," katanya, Kamis (17/3/2022).
Dia menjelaskan perkembangan nilai tukar ditopang pasokan valas domestik dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
Dengan perkembangan tersebut, rupiah sampai dengan 16 Maret 2022 mencatat depresiasi sekitar 0,42% dibandingkan dengan level akhir 2021.