Akan tetapi restoran ayam goreng tersebut berhasil mencetak kenaikan penjualan menjadi Rp5,88 miliar di Januari 2022. Hal ini membuat kas perseroan tertekan menjadi Rp8,4 miliar atau hanya sebesar 7,43% dari total asset.
Manajemen menyatakan penyebabnya kas kecil ini yakni pembelian persediaan dan pembayaran operasional. Kemudian perseroan membukukan peningkatan rugi bersih menjadi Rp45,8 miliar di September 2021.
(Taufik Fajar)