MALANG - Pelonggaran aktivitas selama masa Ramadan dan Lebaran membuat hotel-hotel di Malang raya menerima berkah. Hal ini dikarenakan sejak Ramadan hingga masa lebaran sejumlah hotel telah mengalami kenaikan okupansi.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki mengungkapkan, kenaikan okupansi baik kamar maupun restoran berimbas mulai bernapas leganya pelaku usaha perhotelan. Hal ini membuat sebagian besar pengusaha hotel bisa membayarkan kewajibannya kepada para karyawan, termasuk membayar penuh gaji karyawan.
"Sudah mulai hampir normal, karyawan sudah masuk semua full. Rata-rata sudah membagikan THR-nya semua, gaji juga sudah mulai normal," kata Agoes Basoeki saat dikonfirmasi MNC Portal, pada Selasa siang (3/5/2022).
Agoes mengakui, adanya kebijakan pelonggaran aturan dari pemerintah berimbas pada kenaikan okupansi termasuk agenda meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Ia mencatat beberapa hotel yang memiliki restoran selama bulan Ramadan, bahkan penuh dan menolak beberapa tamu yang ingin berbuka puasa di restoran hotel.
"(MICE) Mulai tumbuh, pemerintah - pemerintah, perusahaan - perusahaan sudah mulai rutin ada. Tahun ini, kuliner bagus, hampir semua hotel yang menyelenggarakan paket berbuka puasa, itu hampir semua penuh, kalau tidak pesan nggak bisa dapat tempat selama bulan puasa," ungkap Agoes.
"Trennya orang kalau berbuka puasa pasti di tempat - tempat hotel yang ada restorannya. Mereka kalau dulu suka sendiri, jalan-jalan beli takjil, sekarang tempat-tempat hotel resto penuh," tambahnya.