3. Defisit Neraca Dagang
Margo menyebut Indonesia juga mengalami defisit neraca dagang dengan sejumlah negara yang terbesarnya dengan Argentina, Australia, dan Thailand.
Dengan Argentina, neraca perdagangan RI mengalami defisit USD320,2 juta, di mana penyebabnya karena Indonesia mengimpor serealia, serta ampas dan sisa industri makanan.
Sedangkan dengan Australia, Indonesia mengalami defisit USD283,5 juta, di mana penyebab utamanya yakni RI mengimpor bahan bakar mineral dan serealia.
Terakhir defisit neraca perdagangan terbesar ketiga RI adalah dengan Thailand, yakni sebesar USD217,9 juta, dengan penyebab utamanya impor plastik dan barang dari plastik, serta gula dan kembang gula.
4. Tren Surplus Terbaik
Margo pun menegaskan secara kumulatif, neraca perdagangan RI pada Januari-April 2022, Indonesia mengalami surplus USD16,89 miliar atau setara Rp234,2 triliun.
"Kalau kita lihat, tren surplus ini adalah surplus kita yang terbaik pada periode 2017-2021," pungkasnya.
5. Konflik Rusia Berpengaruh
Sayangnya, Margo juga melaporkan neraca perdagangan Indonesia dengan dua negara yang tengah berperang, yakni Rusia dan Ukraina, mengalami defisit pada April 2022.
"Data ini memperlihatkan bahwa konflik Rusia-Ukraina itu merugikan Indonesia, di mana neraca dagangnya defisit kepada dua negara dibanding tahun lalu yang masih surplus," ungkapnya.