Ia juga menyampaikan saat ini Kemenperin sedang membangun ekosistem atau produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) seperti laptop dan tablet.
Dalam upaya tersebut, dibutuhkan perusahaan yang mampu memasok chip yang merupakan salah satu komponen dalam produk. Oleh sebab itu, Menperin mengajak agar Qualcomm sebagai salah satu pemimpin dalam produksi chip untuk mengambil bagian dalam upaya ini.
"Kelangkaan chip belakangan ini menunjukkan bahwa dunia semakin mengalami percepatan menjadi semakin terdigitalisasi. Karena itu, dalam membangun dunia digital yang lebih maju, diperlukan dukungan investasi," papar Agus.
Menteri Agus menambahkan selain itu Kemenperin juga sedang membangun Indonesia Manufacturing Center yang akan menjadi pusat pengembangan teknologi manufaktur terbaru untuk Indonesia.
"Lewat pertemuan tersebut, kami mengharapkan Qualcomm dapat memberikan asistensi dalam pengembangan Indonesia Manufacturing Center," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)