Peningkatan laba terjadi akibat lonjakan pendapatan usaha perseroan sebanyak Rp88,26 miliar, dari Rp74,26 miliar. Penjualan bahan acetylene dan argon menjadi penopang pemasukan SBMA sepanjang tahun 2021.
Hingga kuartal I/2022, SBMA telah merealisasikan pendapatan usaha sebanyak Rp24,61 miliar, atau lebih tinggi dari periode sama tahun 2021 senilai Rp18,82 miliar. Laba bersih yang telah dicapai selama tiga bulan pertama tahun ini sebesar Rp2,97 miliar.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)